gravatar

Biasa Ala Orang yang Berilmu

Biasa Ala Orang yang Berilmu

Oleh ARDA DINATA

http://ardadinata.tk

http://pulsagolden.tk

 

Orang berilmu berarti orang yang banyak ilmunya; berpengetahuan; pandai. Dengan ilmu, seseorang akan diberi cahaya dalam hidupnya. Ilmu laksana obor dalam kegelapan. Di sinilah, pentingnya ilmu dalam hidup manusia. Sehingga, pantas saja Rasulullah saw bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim laki-laki dan perempuan."

 

Perilaku biasa ala orang berilmu, tentu akan berbeda dengan orang yang tak berilmu. Allah berfirman, "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadillah: 11),

 

Imam Al Ghazali dalam Mukhtasar Ihya' Ulumuddin, mengungkapkan bahwa derajat itu tergantung pada dekat dan jauhnya ilmu itu dari akherat (baca: ilmu agama Islam-Pen). Sebagaimana ilmu-ilmu syar'iyah mengungguli ilmu-ilmu lainnya, ilmu yang berkaitan dengan hakikat hukum-hukum syar'iyah mengungguli ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum dhahir. Orang yang faqih memutuskan berdasarkan dhahirnya, apakah hukumnya sah atau tidak, dan dibalik itu terdapat ilmu untuk mengetahui apakah ibadah diterima atau ditolak. Inilah perilaku biasa ala orang yang berilmu (ilmu-ilmu kesufian).

 

Adalah Ahmad bin Yahya berkata, "Pada suatu hari Asy Syafi'i keluar dari pasar yang menjual lampu-lampu. Kemudian kami mengikutinya. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mencela seorang laki-laki ahli ilmu." Kemudian Asy-Syafi'i menoleh kepada kami seraya berkata, "Bersihkan pendengaran kalian dari mendengarkan omongan yang keji sebagaimana kalian membersihkan lidahmu dari mengucapkannya, karena pendengar itu bersekutu dengan orang yang mengucapkannya."

 

Lebih jauh dari itu, biasa ala orang berilmu, maka ia akan memposisikan ilmunya semata-mata hanya dari Allah. Dan semakin banyak mereka menimba ilmu, hati kecilnya akan berkata, "Maha Besar ilmu Allah itu!" Hal ini seperti terungkap dalam QS. Al Israa': 60, "…. Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia …."

 

Jadi, biasa ala orang berilmu, ia tidak akan menjadi sombong, riya dan takabur dengan ilmu yang dimilikinya. Tapi, justru akan berusaha mengamalkan ilmunya dan sebagai sarana berbuat baik kepada sebanyak-banyaknya manusia.

 

Asy-Syafi'i berkata, "Seorang bijak menulis surat kepada seorang bijak." Ia berkata, "Engkau telah diberi ilmu, maka jangan kotori ilmumu dengan kegelapan dosa-dosa sehingga engkau tetap dalam kegelapan disaat ahli ilmu diterangi oleh cahaya ilmu mereka."

 

Secara demikian, biasa ala orang berilmu akan membatasi dirinya dalam memberikan informasi dengan cara tidak menyampaikan sesuatu di luar jangkauan akal lawan bicaranya. Hal ini seirama dengan sabda Rasulullah saw, "Kami –para Nabi—diperintahkan agar memperlakukan manusia sesuai dengan kedudukannya dan berbicara kepada mereka sesuai dengan kemampuan akalnya," dan "Apabila seseorang itu berbicara dengan orang lain dengan bahan pembicaraan yang berada diluar kemampuan akalnya berarti ia telah menyebarkan fitnah kepada sesamanya."

 

Dalam bahasa lain, Imam Malik bin Anas mengungkapkan, "Tidak pantas bagi seseorang alim berbicara tentang sesuatu ilmu di hadapan orang yang tidak mampu memikirkannya, sebab yang demikian itu sama artinya dengan merendahkan dan menghinakan derajat ilmu itu sendiri."

 

Sesungguhnya orang-orang berilmu tidak akan memuji-muji dirinya sendiri, karena apabila seseorang telah memuji-muji dirinya, maka lenyaplah wibawanya. Ilmu itu bukanlah diukur dari banyaknya riwayat yang disampaikan seseorang, tetapi ia merupakan cahaya yang ditempatkan Allah dalam kalbunya. Betapa enaknya, bila kita mampu bersikap biasa ala orang berilmu seperti itu!



Warnai pesan status dengan Emoticon.
Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.

gravatar

Wanita dalam Balutan ”Surga Rokok”

Wanita dalam Balutan "Surga Rokok"

Oleh Arda Dinata

http://ardadinata.tk

http://miqraindonesia.tk

http://pulsagolden.tk

 

Keluarnya fatwa haram merokok dari MUI, tentu bukan tanpa dasar. Sebab, kalau sobat eL-Ka sadar, satu batang rokok yang hanya seukuran pensil sepuluh sentimeter itu, ternyata ibarat sebuah pabrik berjalan yang menghasilkan bahan kimia berbahaya.

Satu batang rokok yang dibakar mengeluarkan sekira 4 ribu bahan kimia. Menurut Dr. R.A. Nainggolan (1998), terdapat beberapa bahan kimia yang ada dalam rokok. Di antaranya, acrolein, merupakan zat cair yang tidak berwarna, seperti aldehyde. Zat ini sedikit banyaknya mengandung kadar alkohol. Artinya, acrolein ini adalah alkohol yang cairannya telah diambil. Cairan ini sangat mengganggu kesehatan.

Rokok itu sendiri mengandung zat yang sangat terkenal. Apakah itu? Yup, bener banget! Nikotin. Nikotin adalah cairan berminyak yang tidak berwarna dan dapat membuat rasa perih yang sangat. Nikotin ini menghalangi kontraksi rasa lapar. Itu sebabnya seseorang bisa merasakan tidak lapar karena merokok.

Mengingat banyaknya kandungan bahan-bahan kimia yang terdapat dalam rokok, sobat eL-Ka tentu tidak akan menyangsikan lagi kalau rokok itu merupakan sumber bencana dan perusak tubuh bagi yang mengisapnya. Salah satu proses yang memang belum berdampak pada penampilan fisik perokok adalah gangguan pada sistem sirkulasi darah, yang akhirnya memicu penyakit jantung. Kami menggolongkan mereka sebagai 'perokok sehat,' kata Dr. Johannes Czenin (baca: SHAR'niin), Rektor kepala pada Departemen Molekular dan Farmakologi UCLA. Lebih lanjut dikemukakan, walau belum ada indikasi jantung koroner, toh ada abnormalitas yang kami sebut vosomotion, atau perubahan pada aliran darah.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Lingkungan Hidup Amerika (EPA - Environmental Protection Agency) mencatat tidak kurang dari 300 ribu anak-anak berusia 1 hingga 1,5 tahun menderita bronchitis dan pneumonia, karena turut mengisap asap rokok yang diembuskan orang di sekitarnya terutama ayah-ibunya.

Selain anak-anak, kecenderungan peningkatan jumlah korban asap rokok juga terlihat pada kaum wanita. Nasib kaum ibu bersuamikan perokok agaknya tak berbeda jauh dengan anak-anak yang memiliki keluarga perokok. Penelitian yang dilakukan EPA menghasilkan kesimpulan bahwa dari 30 wanita, 24 di antaranya berisiko tinggi terserang kanker paru-paru bila suaminya perokok.

Di bagian lain, menurut para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas New York, wanita yang merokok lebih dari 10 batang per hari memiliki peluang memasuki monopause dini 40 persen lebih besar ketimbang para wanita yang tidak merokok. Dalam studi itu, para peneliti mengamati 4.694 wanita selama lebih dari lima tahun. Ternyata, wanita perokok rata-rata memasuki masa monopause lebih cepat 9 bulan ketimbang wanita yang tidak merokok.

Menurut Dr. Fernando Antezana, jika aksi-aksi yang keras tidak segera diambil, epidemi tembakau akan menyebabkan kematian dini sekira 250 juta anak dan remaja yang hidup saat ini. Sementara itu, Kepala Perwakilan WHO di Indonesia George Petersen mengungkapkan saat ini sekira empat juta orang mati tiap tahun karena rokok.

Akhirnya, sobat eL-Ka harus bersyukur dengan keluarnya fatwa haram merokok dari MUI. Sehingga setelahnya sobat eL-Ka mengetahui kandungan bahan-bahan kimia berbahaya dalam rokok dan akibatnya bagi kesehatan manusia, maka alangkah bodohnya manusia yang masih merokok dan tidak ada niatan untuk berhenti merokok. Buat apa kita dilengkapi akal dan pikiran kalau diri kita tidak dapat memilah-milah mana yang baik dan tidak baik dari sesuatu barang yang akan kita konsumsi? Ayo… jauhi asap rokok dan jangan mau jadi korban "surga rokok"!***  

            Penulis, pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://miqraindonesia.tk



Mencari semua teman di Yahoo! Messenger?
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!

gravatar

Perlunya Perencanaan Hidup



--- Pada Ming, 19/10/08, resonansi_2002 <resonansi_2002@yahoo.co.uk> menulis:
Dari: resonansi_2002 <resonansi_2002@yahoo.co.uk>
Topik: [resonansi] Perlunya Perencanaan Hidup
Kepada: resonansi@yahoogroups.com
Tanggal: Minggu, 19 Oktober, 2008, 4:10 PM

Perlunya Perencanaan Hidup

"Every minute you spend in planning saves 10 minutes in execution;
this gives you a 1,000 percent return on energy! – Setiap menit yang
Anda habiskan untuk perencanaan menghemat 10 menit dalam
pelaksanaan; dan energi Anda kembali 1.000 persen."
--Brian Tracy.

Masa lalu adalah masa yang bukan milik kita lagi. Masa sekarang
adalah anugrah, maka manfaatkanlah sebaik mungkin. Sedangkan masa
depan belum tentu milik kita dan penuh ketidakpastian. Itulah
mengapa diperlukan perencanaan hidup agar kita mudah melakukan
tindakan tertentu jika dibutuhkan.

Ilustrasi berikut ini semoga dapat menggambarkan alangkah penting
membuat perencanaan hidup. Ini kisah tentang seorang nenek tua yang
berumur sekitar 70 tahun. Ia hidup seorang diri. Setiap pagi selalu
ada seorang pengantar koran yang terus berteriak-teriak di depan
rumahnya sampai wanita itu muncul dan mengambil koran langganannya.

Teriakan keras loper koran sudah lama dikeluhkan oleh para warga
sekitar. Sampai suatu pagi seorang profesor yang berada di samping
rumah itu memprotes si loper koran, karena ia benar-benar terganggu.
Dengan tergopoh-gopoh wanita tua itu keluar rumah, mengambil koran
dari tangan loper koran itu sambil tersenyum kepada sang profesor.

"Maafkan saya. Sebenarnya saya yang meminta anak itu berteriak keras-
keras dan tidak pergi sampai saya muncul keluar rumah," kata wanita
itu kepada profesor tersebut.

"Sebenarnya saya buta huruf dan tidak bisa membaca satu hurufpun di
koran ini. Saya hanya minta bantuan loper koran itu agar memastikan
saya muncul. Sebab kalau saya tidak muncul berarti saya sakit atau
sedang terjadi sesuatu, sehingga dia akan segera menghubungi anak-
anak saya yang berada di luar kota," lanjut wanita tua itu
menerangkan.

Wanita tua itu menggunakan loper koran untuk mempersiapkan tindakan
jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. Saya rasa ia cukup cerdas
merencanakan segala sesuatu, sehingga tindakan-tindakan penting
dapat segera dilaksanakan jika diperlukan.

Kita memang tak pernah tahu apa yang akan terjadi 1 jam, 2 jam, atau
bahkan 2 menit ke depan. Bisa jadi mobil yang sedang kita tumpangi
tiba-tiba mogok tersenggol becak. Atau jantung kita yang tiba-tiba
mogok berdenyut? Segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi
sewaktu-waktu. Untuk itu kita harus mengantisipasi agar tindakan-
tindakan penting dapat segera dilakukan sehingga tidak berakibat
fatal.

Bisasakan menyediakan security net atau rencana-rencana cadangan,
sehingga jika ada hambatan dapat segera diambil tindakan
penyelesaian. Menyimpan nomor telpon penting itu perlu seandainya
tiba-tiba Anda mengalami masalah dan membutuhkan pertolongan maka
Anda dapat langsung menghubungi nomor-nomor penting tersebut.
Mempersiapkan peta, alat-alat perbaikan mobil dan lain sebagainya
tentu sudah harus dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum rencana
berlibur dilaksanakan.

Begitu banyak perencanaan untuk kehidupan sehari-hari, tentu banyak
hal yang juga harus dipersiapkan menjelang masa senja nanti. Itulah
mengapa sangat penting melakukan perencanaan hidup sedari sekarang,
agar kita hidup nyaman dan menikmati masa tua nanti.

Tentu kita tak ingin menjadi salah satu diantara 7 juta lansia di
Indonesia yang sekarang hidup terlantar. "Pengertian terlantar
adalah lansia dengan usia di atas 60 tahun yang tidak punya
penghasilan dan tempat tinggal, atau tinggal bersama dengan keluarga
miskin," kata Direktur Pelayanan Lanjut Usia Departemen Sosial RI,
Tunggul Sianipar. Berikut ini beberapa hal yang harus kita lakukan
sebagai bagian dari merencanakan kehidupan yang nyaman dan
menyenangkan di masa tua nanti.

Pertama, mempersiapkan tabungan untuk hari tua secara konsisten
sebelum usia produktif berakhir, yaitu sampai umur sekitar 55 tahun.
Sebab di masa tua kita sudah tak mampu bekerja keras lagi.
Penghasilan menurun atau bahkan hilang, sementara kebutuhan hidup
semakin tua semakin besar. Tabungan dapat dijadikan dana cadangan
atau dijadikan investasi misalnya dalam bentuk rumah kos, deposito,
dan lain sebagainya. Sehingga semua kebutuhan hidup dapat tetap
tercukupi.

Kondisi kesehatan di masa tua cenderung menurun, oleh sebab itu
lakukan investasi untuk kesehatan, misalnya mengikuti asuransi
kesehatan. Memiliki asuransi kesehatan sama halnya mengalihkan biaya
yang harus kita keluarkan menjadi tanggungan pihak asuransi. Semakin
dini kita berinvestasi untuk kesehatan, semakin kecil premi asuransi
yang harus kita bayarkan sedari sekarang.

Investasi untuk masa depan yang tidak kalah berharga adalah menjaga
kesehatan sedari sekarang. Sebab biaya kesehatan semakin hari
semakin mahal. Bila kita selalu membiasakan hidup sehat, misalnya
berolah raga teratur, istirahat dan makan teratur, dan lain
sebagainya, maka kemungkinan menghadapi masalah kesehatan akan lebih
kecil. Sehingga keuangan kita di masa datang tidak terbebani biaya
kesehatan atau untuk berobat.

Memastikan dapat tinggal di sebuah rumah dengan nyaman selama Anda
inginkan itu merupakan salah satu langkah penting merencanakan
hidup. Usahakan untuk menyelesaikan cicilan rumah, sebelum masa
pensiun atau memasuki usia lanjut. Tentu tak akan nyaman bila di
usia tua masih harus dibebani dengan biaya cicilan rumah atau biaya
kontrak rumah.

Memperluas hubungan sosial dengan melibatkan diri dalam kegiatan-
kegiatan positif adalah salah satu perencanaan untuk menyongosng
masa tua. Sebab bergaul dengan banyak orang akan membuka kesempatan
untuk bertukar pengalaman. Hal itu membuat kita terus bersemangat,
karena merasa tetap mendapatkan dukungan sosial, tetap diinginkan
dan dihargai, meskipun kita sudah mengalami banyak kemunduran.

Depresi dan perasaan hampa kerap menghantui kehidupan di masa tua.
Keimanan merupakan cara yang ampuh untuk melindungi diri dari
ancaman perasaan negatif tersebut. Oleh sebab itu, dekatkanlah diri
kepada Tuhan YME dan lakukan kebaikan sebanyak mungkin sedari
sekarang.

Sangat banyak kemungkinan atas kehidupan di masa datang. Perubahan-
perubahan hendaknya diantisipasi sejak dini, diantaranya
mempersiapkan masa depan keuangan, kesehatan, melakukan banyak
kebaikan dan meningkatkan keimanan, bekerja lebih keras, cerdas dan
ikhlas dan lain sebagainya. Bagaimanapun juga mempersiapkan diri
atas segala kemungkinan itu jauh lebih menguntungkan.

Sumber: Perlunya Perencanaan Hidup oleh Andrew Ho, seorang
pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.

__._,_.___
+-+-+-+-+-+-+-+-+-+ resonansi@yahoogroups.com +-+-+-+-+-+-+-+-+-+
Kisah Sukses, Kisah Nyata, Kisah Unik,  Motivasi dan Inspirasi
                     --One Day One Posting--
No Attachment, No Spam, No Advertise
+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+ Motivasi & Inspirasi +-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+
Recent Activity
Visit Your Group
New business?
List your web site
in Yahoo! Search.
Healthy Living
to the fullest
on Yahoo! Groups.
Y! Groups blog
to stay informed
on Groups news!
.

__,_._,___

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

gravatar

Ikhsan

Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW mendapat pelajaran penting tentang makna iman, Islam, dan ikhsan dari Malaikat Jibril yang mendatangi beliau dengan menjelma menjadi manusia biasa.

Secara berurutan, Nabi menjawab pertanyaan ujian Malaikat Jibril. Apa yang disebut iman? Nabi menjawab, ''Iman adalah engkau percaya kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, percaya akan adanya perjumpaan dengan Allah, percaya kepada para rasul, dan percaya adanya hari kebangkitan.'' Apa yang disebut Islam? Nabi menjawab, ''Islam adalah engkau menghamba kepada Allah dan tidak menyekutukannya, melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, dan puasa di bulan Ramadhan.''

Apa arti ikhsan? ''Engkau beribadah kepada Allah dengan kondisi seolah-olah engkau melihatnya dengan mata. Jika tidak, yakinilah bahwa Allah sedang melihatmu,'' demikian jawab Nabi. (HR Bukhari dari Abu Hurairah). Iman, Islam, dan ikhsan adalah satu kesatuan komponen agama Islam yang tak terpisahkan. Ketiga komponen tersebut seharusnya terintegrasi secara berimbang dalam keberislaman seorang Muslim. Dan pengurutan seperti itu bukanlah kebetulan. Iman didahulukan karena ia adalah pokok dari Islam.

Selanjutnya, iman di dalam hati menjadi tidak bermakna jika tidak dimanifestasikan dalam tindakan nyata, yang diimplementasikan dalam Islam. Agama Islam pada diri seorang Muslim harus dibenarkan dengan hati (iman) dan dipraktikkan dengan perbuatan (Islam). Dan ikhsan adalah penyatuan dari iman dan Islam. Artinya, seseorang tidak akan bisa melihat Allah SWT, jika tidak percaya akan Mahawujud-Nya, serta tidak mengamalkan apa yang menjadi perintah dan larangan-Nya. Ikhsan bisa diraih jika iman dan Islam telah menjadi satu kesatuan tak terpisahkan dalam diri seorang Muslim. Sebab, iman tidak bermakna tanpa Islam. Dan Islam tanpa iman akan rapuh.

Namun, ada sebagian ulama yang mendahulukan Islam, kemudian iman, dan ikhsan. Alasannya adalah karena Islam adalah amalan lahir yang rasional, sedangkan iman adalah amalan batin yang suprarasional. Dan ikhsan adalah puncak pencapaian dari keduanya dan melampaui keduanya. Kenapa ikhsan diakhirkan? Hal itu menjadi isyarat bahwa ia adalah hal yang sulit dilakukan. Jika Islam terbatas pada lahiriah, iman terbatas pada batiniah, maka ikhsan tidak terbatas pada keduanya, karena berusaha memfokuskan kesadaran kita akan Allah SWT setiap saat. (Juman Rofarif )
Republika, 08 Januari 2008

gravatar

Mengejar Dunia

Rasulullah SAW bersabda, ''Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada hatinya, memudahkan urusannya dan dunia (yang hina ini) akan datang kepadanya (dengan sendirinya), dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan (rasa) fakir kepadanya, mempersulit urusannya dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa yang sudah ditetapkan baginya.'' (HR At-Tirmidzi).

Hadis di atas menjelaskan bahwa cara untuk mendapatkan dunia adalah dengan menjadikan akhirat sebagai tujuan akhir dari perjalanan hidupnya. Ia tidak menjadikan dunia kecuali hanya sebagai tempat untuk mempersiapkan bekal baginya di akhirat kelak. Dengan sikap seperti ini, maka dengan sendirinya dunia akan datang menghampirinya, tanpa ia harus bersusah payah untuk mendapatkannya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyaksikan orang yang berusaha keras dan berjuang mati-matian untuk mengejar dunia. Ambisinya untuk mendapatkan dunia menjadikan mata hatinya tertutup, sehingga ia tidak bisa membedakan antara sesuatu yang halal dan yang haram. Waktu yang seharusnya ia gunakan untuk menghadapkan diri kepada Allah dengan beribadah dan beramal saleh ia abaikan begitu saja, sehingga jiwanya gersang dari nilai-nilai spiritual dan mengantarkannya kepada sifat tamak yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah diperolehnya.

Mengapa ia harus berbuat sejauh itu? Bukankah sabda Rasulullah SAW di atas cukup jelas memberitahukan kepada kita bagaimana caranya mendapatkan dunia, yaitu dengan menjadikan akhirat sebagai tujuan akhir dari perjalanan hidupnya?

Mari kita pertajam mata batin kita dengan melakukan hal-hal positif, kita siram kegersangan jiwa kita dari nilai-nilai spiritual dengan meluangkan waktu kita untuk mengingat Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya, kita hiasi identitas keislaman kita dengan cara menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Maka itu semua akan menjadi magnet yang bisa menarik berbagai atribut dunia dan isinya, sehingga dengan sendirinya dunia akan mendatanginya.

Dengan cara seperti inilah seharusnya kita selaku umat Islam mengejar dan mendapatkan dunia. Wallahu a'lam. (Asep Sulhadi )
Republika, 07 Januari 2008

gravatar

UJIAN

Hidup di dunia laksana sebuah diklat atau sekolah. Untuk melangkah dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi harus melalui serangkaian ujian. Ujianlah yang akan membuktikan sejauh mana kebenaran, dan kesungguhan keimanan kita (QS Al Ankabut [29]: 2-3).

Betapa pentingnya ujian bagi orang beriman sampai-sampai Allah memberikan sindiran kepada orang yang ingin masuk surga tanpa melewati ujian yang berat. ''Apakah kalian mengira akan masuk surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, 'Bilakah datangnya pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.'' (QS Al-Baqarah [2]: 214).

Ada empat macam ujian yang Allah berikan kepada orang beriman. Pertama, ujian yang berbentuk perintah. Contoh paling ekstrem adalah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Kedua, adalah ujian berbentuk larangan. Contohnya adalah apa yang terjadi pada Nabi Yusuf yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar Mesir yang mengajaknya berzina.

Ketiga, adalah ujian yang berbentuk musibah, seperti terkena penyakit serta ditinggalkan orang yang dicintai. Nabi Ayub diuji Allah dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya. Delapan belas tahun lamanya ia menanggung penyakit itu.

Keempat adalah ujian melalui pihak ketiga. Apa yang dialami oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya terutama ketika masih berada di Makkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa.

Rasulullah bersabda, ''Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah baginyalah kemarahan Allah.'' (HR At-Tirmidzi).

Mudah-mudahan kita diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan oleh-Nya. Alangkah ruginya orang yang berputus asa dengan ujian yang dihadapinya, tanpa mampu meneladani para nabi dan orang-orang saleh ketika mereka diuji oleh Allah. (Aang Gunawan )
Republika, 05 Januari 2008

gravatar

Rotasi Hidup

Adanya pergantian dalam kehidupan ini merupakan harga yang tidak bisa kita tawar. Ada kehidupan tentunya ada kematian, terangnya siang akan diganti dengan gelapnya malam, ada kalanya kita berada pada posisi yang kita kehendaki tapi adakalanya juga kita harus siap berada pada kondisi yang tidak kita harapkan.

Hal tersebut merupakan wewenang dan hak prerogatif Allah SWT sebagai pengatur jalannya roda kehidupan manusia di muka bumi ini karena tidak seorang pun yang bisa menafikan itu semua. Sebagaimana disinggung dalam firman-Nya, ''Engkau (Allah) masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup ...'' (QS Ali-Imran [3]: 27).

Lebih lanjut Allah SWT menyatakan, ''Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) [Ali-Imran 3:140]. Ayat tersebut mengisyaratkan kita harus cerdas dalam menilai setiap pergantian yang pada hakikatnya sudah ada dalam skenario-Nya.

Masih banyak manusia yang tidak menyadari arti dari sebuah pergantian dalam hidup. Seringkali kita berontak ketika pergantian tersebut tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Padahal, ibroh (pelajaran) di balik itu semua adalah sebagai ujian bagi kita sudah sampai sejauhmana keimanan kita terhadap Allah seperti disinggung pada ayat di atas. ''Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ''kami telah beriman'', sedangkan mereka tidak diuji?'' (Al-Ankabut 29:2).

Ujian tersebut tidak hanya diberikan untuk sebagian orang atau sekelompok kalangan, tapi mencakup semua manusia dan umat Islam khususnya. ''Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.'' (QS Al-Ankabut [29]: 3)

Tak ada yang kekal di dunia ini, selain perubahan itu sendiri. Maka, tawakal dan ikhlas adalah hal utama yang harus dipegang setiap individu. Bertawakal, lalu mengerjakan segala urusan dengan sungguh-sungguh, dan ikhlas terhadap apa yang akan datang dan pergi. Karena dunia hanya tempat 'mampir' semata. (Yunan Nasution )
Republika, 04 Januari 2008

gravatar

Hujan

Allah SWT berfirman, ''Ingatlah ketika ia membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari pihak-Nya kepada kamu. Dan menurunkan hujan kepadamu dari langit guna membersihkan dirimu dengan itu, dan menghilangkan noda setan, memperteguh hatimu dan menapakkan kakimu kuat-kuat.'' (QS al-Anfal [8]: 11).


Ayat di atas sangat inspiratif akan pentingnya hidup tenteram. Seperti datangnya kantuk yang bikin manusia cepat tertidur. Begitupun ketika setelah sekian lama kita merasakan musim kemarau, lalu Allah SWT menurunkan hujan. Sungguh itu nikmat yang menyejukkan dan menenteramkan penghuni bumi. Turunnya hujan ini dapat membersihkan manusia dari berbagai polutan atau kotoran yang menempel selama ini. Sebab, air itu adalah zat pelarut yang sangat baik. Diketahui, satu molekul air terdiri atas satu atom oksigen yang besar (bermuatan positif) ditempeli dua atom hidrogen yang kecil (bermuatan negatif). Karenanya, bagian oksigen molekul air tersebut masih dapat menarik atom hidrogen dari molekul air lainnya, termasuk zat-zat kimia lain.


Selain sebagai pelarut yang baik, air juga termasuk makanan yang sangat penting bagi manusia, setelah oksigen dari udara untuk bernapas. Faktanya, tiap bagian tubuh manusia mengandung air --tulang 25-30 persen, kulit 70 persen, gigi 19 persen, otot 75 persen, jaringan syaraf 85 persen, dan darah 92 persen. Begitu pula halnya agar kita terlindung dari godaan setan dan untuk menyucikan diri, kita diperintahkan berwudlu menggunakan air. Tujuannya, agar kita ada dalam keadaan bersih dan suci sewaktu mendirikan shalat atau mengkaji ayat-ayat Alquran.


Lebih dari itu, yang pasti air yang turun dari langit adalah air yang bersih dan berguna menyuburkan tanah, untuk memberi minum kepada sebagian besar makhluk hidup, seperti yang tersirat dalam QS Al-Furqan [25]: 48-49, ''Dan Dialah yang mengirimkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului rahmat-Nya, dan Kami menurunkan air yang bersih dari langit. Dengan itu Kami hidupkan negeri yang sudah mati, dan Kami beri minum segala yang Kami ciptakan, hewan ternak dan manusia yang banyak.''


Jadi, sesungguhnya Allah SWT menurunkan hujan itu sebagai rahmat. Tak layak bagi kita untuk menggerutu bila hujan datang. Bila kemudian di beberapa daerah ada terjadi bencana banjir, semata-mata adalah akibat rusaknya alam pelindung air oleh tangan-tangan manusia yang serakah. Hujan, sejatinya, adalah bahan perenungan yang baik bagi kita. (Arda Dinata )


Republika, 03 Januari 2008

gravatar

Hujan

Allah SWT berfirman, ''Ingatlah ketika ia membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari pihak-Nya kepada kamu. Dan menurunkan hujan kepadamu dari langit guna membersihkan dirimu dengan itu, dan menghilangkan noda setan, memperteguh hatimu dan menapakkan kakimu kuat-kuat.'' (QS al-Anfal [8]: 11).

Ayat di atas sangat inspiratif akan pentingnya hidup tenteram. Seperti datangnya kantuk yang bikin manusia cepat tertidur. Begitupun ketika setelah sekian lama kita merasakan musim kemarau, lalu Allah SWT menurunkan hujan. Sungguh itu nikmat yang menyejukkan dan menenteramkan penghuni bumi. Turunnya hujan ini dapat membersihkan manusia dari berbagai polutan atau kotoran yang menempel selama ini. Sebab, air itu adalah zat pelarut yang sangat baik. Diketahui, satu molekul air terdiri atas satu atom oksigen yang besar (bermuatan positif) ditempeli dua atom hidrogen yang kecil (bermuatan negatif). Karenanya, bagian oksigen molekul air tersebut masih dapat menarik atom hidrogen dari molekul air lainnya, termasuk zat-zat kimia lain.

Selain sebagai pelarut yang baik, air juga termasuk makanan yang sangat penting bagi manusia, setelah oksigen dari udara untuk bernapas. Faktanya, tiap bagian tubuh manusia mengandung air --tulang 25-30 persen, kulit 70 persen, gigi 19 persen, otot 75 persen, jaringan syaraf 85 persen, dan darah 92 persen. Begitu pula halnya agar kita terlindung dari godaan setan dan untuk menyucikan diri, kita diperintahkan berwudlu menggunakan air. Tujuannya, agar kita ada dalam keadaan bersih dan suci sewaktu mendirikan shalat atau mengkaji ayat-ayat Alquran.

Lebih dari itu, yang pasti air yang turun dari langit adalah air yang bersih dan berguna menyuburkan tanah, untuk memberi minum kepada sebagian besar makhluk hidup, seperti yang tersirat dalam QS Al-Furqan [25]: 48-49, ''Dan Dialah yang mengirimkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului rahmat-Nya, dan Kami menurunkan air yang bersih dari langit. Dengan itu Kami hidupkan negeri yang sudah mati, dan Kami beri minum segala yang Kami ciptakan, hewan ternak dan manusia yang banyak.''

Jadi, sesungguhnya Allah SWT menurunkan hujan itu sebagai rahmat. Tak layak bagi kita untuk menggerutu bila hujan datang. Bila kemudian di beberapa daerah ada terjadi bencana banjir, semata-mata adalah akibat rusaknya alam pelindung air oleh tangan-tangan manusia yang serakah. Hujan, sejatinya, adalah bahan perenungan yang baik bagi kita. (Arda Dinata )
Republika, 03 Januari 2008

gravatar

Renungan Awal Tahun

Begitu manusia lahir di dunia secara normal, baik fisik maupun dari hasil proses pernikahannya, tak ada manusia di sekelilingnya yang tidak senang dan gembira. Semua menyambutnya dengan suka ria. Tetangga, kerabat, dan famili mengucapkan selamat. Ayah dan ibunya memelihara dengan penuh kasih sayang. Siang dan malam memperhatikan pertumbuhannya.

Tak terasa sampailah pada usia dewasa mengenal kehidupan dunia. Sungguh indah, bumi dipenuhi manusia beraneka suku, bangsa, dan ras, dihiasi tumbuh-tumbuhan yang berbunga dan berbuah. Beraneka ragam warna-warninya. Juga dilengkapi dataran tinggi dan rendah. Langit pun dihiasi bintang-bintang yang gemerlap, sinar rembulan yang menambah keindahan hidup. Sinar matahari pun menyebar di bumi menyempurnakan kehidupan manusia. Semuanya diatur sempurna oleh Yang Mahasempurna.

Manusia normal, baik yang miskin maupun yang kaya, rasanya tidak mau berpisah dengan kehidupan dunia. Barangkali karena pesona hiasan dan keindahannya. Apalagi jika dianugerahi keturunan dan harta kekayaan, lupa akan kehidupan sesudahnya.

Namun manusia kerapkali tidak menyadari bahwa kehidupan dunia hanya merupakan transit dari kehidupan alam rahim ke alam sesudahnya, yaitu alam barzah dan akhirat. Banyak manusia yang terlena dalam kehidupan dunia, karena memang kehidupan dunia merupakan perhiasan dalam permainan. Tidak sedikit manusia asyik dengan kehidupan dunia.

Padahal kehidupan dunia pada hakikatnya sangat singkat, seperti halnya yang telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya Surat Alkahfi ayat 45-46, ''Dan buatlah perumpamaan bagi mereka! Perumpamaan kehidupan dunia bagaikan air hujan yang Kami turunkan dari langit. Maka bercampurlah dengan air, tumbuh-tumbuhan bumi dan menjadi subur karenanya. Kemudian tumbuh-tumbuhan menjadi kering terserap angin dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah hiasan kehidupan dunia. Dan amal-amal yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta sebaik-baik harapan.''

Jika kita gunakan akal kita untuk berpikir tentang kehidupan dunia, maka betapa singkatnya, bagaikan air turun dari langit jatuh ke bumi. Air menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan tumbuhan dalam masa tertentu kering terserap angin, maka rusaklah tumbuh-tumbuhan. Di manakah hakikat air yang jatuh? Itulah gambaran kehidupan dunia.

Allah menjelaskan bahwa amal perbuatan yang kekal lagi saleh itu lebih baik pahalanya di sisi-Nya serta sebaik-baik harapan untuk masa depan di akhirat. Maka di awal tahun ini, mari kita tekadkan diri untuk menggunakan sisa umur kita dengan sebaik-baiknya. Karena kita tak tahu, apakah masih bisa menyaksikan pergantian tahun di akhir Desember mendatang. (KH Muhammad Zuhdi AG )
Republika, 02 Januari 2008